Layanan Kami




Latest News

Jumat, 05 Agustus 2016

Contoh Mengajukan Gugatan Nafkah Ke Pengadilan Agama

etak langsung ke pdf atau langusng kirim via email
............,   ...........    ......... 20....
Perihal                                     : Gugatan Nafkah       
Lampiran                     : -

Kepada Yang Terhormat
Ketua Pengadilan Agama  ………
Di
Jalan ………..

Dengan Hormat
Saya yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama               :  ………….
Usia                 :  ………….
Pekerjaan         :  ………….
Alamat                         :   …………
 
Untuk selanjutnya mohon untuk disebut sebagai “PENGGUGAT
Bersamaan dengan ini penggugat mengajukan Gugatan Nafkah kepada Suami PENGGUGAT yang bernama

Nama               :  
Usia                 :  
Pekerjaan         :  
Alamat                         :  

Untuk selanjutnya mohon untuk disebut sebagai “TERGUGAT
Adapun dasar PENGGUGAT mengajukan Gugatan Nafkah ini berdasarkan pada dalil dalil sebagai berikut :
  1. Bawha pada hari …….. tanggal     (………… )  ……. tahun 19.. (seribu sembilan ratus ……………………) telah terjadi pernikahan yang sah Antara seorang lelaki yang bernama  ………..   ( TERGUGAT/PENGGUGAT ) dengan seorang wanita yang bernama  ……………  (PENGGUGAT/TERGUGAT).
  2. Bawha pernikahan yang terjadi pada point nomor 1 diatas dilakasanakan berdasarkan agama Islam dan menurut prosedur yang berlaku serta telah di daftarkan di Kantor KUA Kecamatan ……. , Sebagaimana yang tercatat dalam kutipan akta nikah nomor :  …./…/…. /… tertangal  …. (…………….) ……… Tahun 19… (seribu Sembilan ratus ……………………….).
  3. Bahwa dari hasil pernikahan tersebut Antara PENGGUGAT dan TERGUGAT telah dikarunia … (……………) orang anak yang masing masing bernama :
i)        …………., berdasarkan kutipan akta kelahiran yang dikelurakan oleh Kepala Kantor Catatan Sipil Wilayah ………. tertanggal ….(……) ….. Tahun …… (……………………..) Nomor : …………………   Lahir di ………….. pada tanggal …….. (………….) ………. Tahun ……..  (……………………).
ii)      ……….., berdasarkan kutipan akta kelahiran yang di keluarkan oleh Kepala Kantor Catatan Sipil Pemerintah ………….. tertangal …… (…………) …….. Tahun ……… (…………….) Nomor …………..  Lahir di Bogor pada tanggal …….. (dua puluh empat) …… Tahun ………… (………….).
iii)    ……….., berdasarkan kutipan akta kelahiran yang di keluarkan oleh Kepala Kantor Catatan Sipil Pemerintah ………….. tertangal …… (…………) …….. Tahun ……… (…………….) Nomor …………..  Lahir di Bogor pada tanggal …….. (dua puluh empat) …… Tahun ………… (………….).
iv)    Dst…………
  1. Bahwa hingga saat ini PENGGUGAT, TERGUGAT dan anak-anaknya masih tinggal dalam satu rumah dan tercatat dalam kartu keluarga  yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota ………Tanggal .. (……..) …………… ………… (…………….) Nomor …………… tinggal di …… RT … RW …… Kelurahan ………., Kecamatan ………. Kota ……….. Provinsi ……….., Kode Pos …………...
  2. Bahwa pada mulanya anatara PENGGUGAT dan TERGUGAT hidup dalam keluarga yang harmonis, rukun damai dan tenteram sebagaimana keluraga yang bahagia sebagaimana mestinya.
  3. Bahwa TERGUGAT Adalah Seorang ……….. yang bertugas dan berkerja di ……………. dengan masa bakti kerja sudah …. Tahun Kerja.
  4. Bahwa dengan pengasilan TERGUGAT yang cukup besar yang di terima dan di pengang serta di kelola sendiri, TERGUGAT hanya menikmatinya sendiri dengan membeli kebutuhan pokok tergugat sendiri dengan penampilannya seperti anak muda , menggunkana minyak wangi-wagian, menggunakan jas dan pakaian rapi layaknya seperti orang kaya, rajin membeli obat dan vitamin untuk di konsumsi sendiri tanpa pernah memberikan sehelai pakaian pun kepada PENGGUGAT maupun kepada anak anaknya.
  5. Bahwa perlakuan TERGUGAT tidak memberikan nafkah yang layak kepada PENGGUGAT sudah penggugat rasakan sejak awal menikah hingga saat gugatan ini dibuat, selama hampir …. (…… tahun) PENGGUGAT TIDAK MENERIMA DAN MENDAPATKAN NAFKAH YANG LAYAK DARI TERGUGAT, namun PENGGUGAT masih bisa bersabar atas perlakuan TERGUGAT yang tidak memberikan nafkah yang layak dan patut diberikan oleh seorang suami selaku kepala keluarga kepada istri dan anak anaknya selama ini.
  6. Bahwa untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari hari, PENGGUGAT mengandalkan penghasilannya sendiri dari ……… di ………….., terkadang penghasilan yang PENGGUGAT terima setiap bulannya masih merasa kurang sehingga PENGGUGAT harus hutang ke warung, tetangga, koperasi sekolah bahkan hingga mengajukan pinjaman ke bank untuk biaya Pendidikan anak – anaknya yang tidak diberikan nafkah dan biaya Pendidikan oleh TERGUGAT.
  7. Bahwa setiap kali PENGGUGAT meminta haknya atas nafkah dan jatah belanja untuk keperluan rumah tangga, makan dan biaya Pendidikan anak anak kepada TERGUGAT, PENGGUGAT suka MENDAPATKAN PERLAKUAN KASAR DARI TERGUGAT, tak jarang TERGUGAT mencaci dan memaki PENGGUGAT dengan kata kata kasar dan terkadang TERGUGAT memukul PENGGUGAT hingga menangis dan terjadi keributan di dalam rumah tangga akibat perlakuan TERGUGAT YANG KASAR dan TIDAK IKHLAS MEMBERIKAN NAFKAH kepada anak da istrinya dirumah, TERGUGAT lebih senang memberikan uangnya kepada orang lain yang dating kerumah dan suka memuji dan menyanjung atas pekerjaan dan penghasilan yang didapat tergugat TERGUGAT di kantornya berupa gaji pokok, tunjangan remunirasi, uang makan, uang transport dan penghasilan lainnya yang di lakukan oleh TERGUGAT diluar rumah.
  8. Bahwa keributan dan perselisihan Antara PENGGUGAT dan TERGUGAT sering kali terjadi terutama pada masa memasuki tahun ajaran baru sekolah dimana anak – anak butuh biaya yang cukup besar untuk sekolah dan kuliah namun TERGUGAT SELALU MECARI GARA GARA AGAR TERJADI KERIBUTAN DAN CEKCOK DALAM RUMAH TANGGA SEHINGGA MENJADIKAN ALASAN TERGUGAT UNTUK TIDAK MEMBAYAR BIAYA SEKOLAH DAN KULIAH ANAK ANAKNYA. Sehingga untuk melanjutkan Pendidikan dan kuliah anak anaknya PENGGUGAT MENGAJUKAN PINJAMAN KE BANK UNTUK MEMBIAYAI PENDIDIKAN ANAK ANAKNYA SELAMA INI hingga saat gugatan ini di ajukan ke hadapan yang mulia majelis hakim Pengadilan Agama Kota Depok PENGGUGAT masih memiliki hutang yang cukup banyak dan belum lunas di Bank
  9. Bahwa setelah ……………. kepergian TERGUGAT dari rumah dan tidak pulang kerumah, maka PENGGUGAT pun berusaha mencari keberadaan tergugat dan akhirnya pada tanggal  ……… (…………) ……….. lalu didapatkan informasi berdasarkan dari Surat Keteragan yang di berikan oleh Ketua RT ….(….) RW …. (…….) Kelurahan …….. Kecamatan ……. Kota ……... Pak ……. (Ketua RT …. RW ….) mendapatkan laporan dari warganya yang bernama bapak ……….. di ………. pada pukul …. WIB memberitahu kepada ketua RT bahwa TELAH TERJADI PERNIKAHAN SIRRI SECARA AGAMA Antara bapak ………. (TERGUGAT) dengan  ibu ……… .) Pada hari ……., Tanggal …..(……….) ……… …………. (………….) pada pukul ……… bertempat di rumah kediaman mempelai wanita di ................. RT ……… (……) RW …… (…………..) Nomor ……….. Kelurahan …………Kecamatan ………., Kota …………... Pernikahan tersebut dihadiri oleh saksi – saksi sebagai berikut :
A.     Bapak …………..(Ketua RT ….. RW …….) kelurahan setempat
B.     Bapak ……… ( Ketua  RW ……. ) kelurahan setempat
C.     Bapak ……… ( Warga RT ….. RW …….. ) kelurahan setempat
D.     Bapak ……. ( Warga RT …… RW …….. ) kelurahan setempat
E.      Bapak ……… (Penghulu dan Wali dari Mempelai Wanita)
  1. Bahwa pernikahan SIRRI yang dilakukan oleh TERGUGAT TIDAK MENDAPATKAN IZIN DARI ISTRINYA (PENGGUGAT) sehingga TERGUGAT Telah melalaikan isi ketentuan pasal 4 dan 5 UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan dan TERGUGAT PUN BELUM MEMPEROLEH IZIN TERLEBIH DAHULU DARI PEJABAT YANG BERWENANG sesuai dengan isi ketentuan pasal 4 ayat (1) Peraturan Pemerinta Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 1990 Tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil
  2. Bahwa untuk menjamin rasa keadilan atas pemenuhan nafkah dan telaksananya ketentuan pasal 5 ayat (1) Huruf b yang berisi adanya kepastian bahwa suami (TERGUGAT) mampu menjamin keperluan-keperluan hidup Isteri – isteri dan anak anak mereka dan ketntuan pasal 5 ayat (1) huruf c yang berisi adanya kepastian bawha suami (TERGUGAT) akan berlaku adil terhadap isteri – isteri dan anak anak mereka dalam UU Nomor 1 tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam,  maka dengan ini PENGGUGAT MENGAJUKAN PERMOHONAN KEPADA YANG MULIA KETUA MAJELIS HAKIM UNTUK MEMBLOKIR REKENING YANG DI PEGANG OLEH PIHAK TERGUGAT sesuai dengan dalil pada point nomor 8 (delapan) diatas yaitu Rekening ………. kantor Cabang ………….. dengan nomor rekening tabungan ……….. Atas nama …………… (TERGUGAT) agar tergugat tidak menghilangkan dan atau memindahkan tabungannya untuk menghindari kewajiban memberi nafkah kepada keluarga hingga mendapatkan putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum yang tetap dan mengikat.
  3. Untuk menjamin keamanan rekening milik TERGUGAT, maka dengan ini PENGGUGAT memohon kepada yang mulia majelis hakim untuk melakukan sita jaminan atas buku rekening dan ATM milik TERGUGAT dengan nomor rekening …………. atas nama TERGUGAT Tersebut.

Bahwa berdasarkan dalil dalil diatas, maka dengan ini PENGGUGAT memohon kepada Ketua Pengadilan Agama Kota …………untuk memutuskan sebagai berikut :
PRIMER
1.      Menyatakan TERGUGAT telah melalaikan kewajibannya sebagai suami untuk memberi nafkah kepada anak dan istrinya selama hampir ……Tahun membina rumah tangga.
2.      Menyatakan PENGGUGAT adalah penerima nafkah yang sah atas seluruh penghasilan yang diterima oleh TERGUGAT.
3.      Menyatakan SAH dan Berharga atas sita jaminan berupa Buku tabungan dengan nomor rekening ………….. dan ATM atas nama dan milik Tergugat.
4.      Menghukum TERGUGAT untuk memberikan Buku tabungan, ATM dan Pin ATM milik TERGUGAT kepada PENGGUGAT sebagai penerima Nafkah untuk digunakan oleh PENGGUGAT sebagai mana mestinya.
5.      Memerintahkan kepada Instansi Tempat tergugat untuk memberikan dan menyetor dan atau mentransferkan dana  seluruh penghasilan yang TERGUGAT terima ke Nomor Rekening milik PENGGUGAT sebagai Penerima Nafkah Yang Sah.
6.      Memerintahkan kepada Bank ……….. Untuk membuka blokir atas nomor rekening ………atas nama ……….. (TERGUGAT) dan memerintahkan Bank ………. tersebut untuk melakukan transfer dana setiap kali ada pemasukan dana dari Instansi tempat TERGUGAT bekerja baik berupa Gaji Pokok, tunjangan Remunirasi, Uang makan, Uang transport, Uang pension dan seluruh penghasilan lainnya yang diterima TERGUGAT ke Nomor Rekening PENGGUGAT Rutin setiap bulannya.
7.      Menghukum TERGUGAT untuk membayar biaya Pendidikan anak anaknya sebesar Rp. 20.000.000 (dua puluh juta rupiah) dengan rincian Rp 6.000.000 (enam juta rupiah) untuk biaya masuk kuliah anak yang ke tiga dan Rp. 14.000.000 (empat belas juta rupiah) untuk biaya sekolah anak yang ke empat.
8.      Menyatakan Putusan ini dapat dijalankan terlebih dahulu meskipun adanya upaya hukum lainnya
9.      Menerima dan mengabulkan seluruh dalil dan permohonan guguatan PENGGUGAT
10.  Memebebankan biaya perkara sesuai dengan peraturan perundang-undangan
SUBSIDER
1.      Mohon putusan yang seadil adilnya
Demikian Gugatan NAFKAH ini diajukan agar hak PENGGUGAT dalam perkawinan selama ini dapat terpenuhi dengan adil. Atas perhatian dan bantuan yang mulia majeli hakim Pengadilan Agama ............. saya Ucapkan terimakasi banyak.




  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Contoh Mengajukan Gugatan Nafkah Ke Pengadilan Agama Description: Rating: 5 Reviewed By: statistikpulsa
Scroll to Top